Utang dapat menjadi solusi ketika seseorang menghadapi kebutuhan mendesak atau memiliki rencana keuangan yang membutuhkan dana lebih besar. Namun, masalah mulai muncul ketika utang lama belum selesai tetapi sudah ditambah dengan utang baru untuk membayar kewajiban sebelumnya. Jika pola tersebut terus berulang, kondisi keuangan dapat semakin sulit dikendalikan dan ruang untuk menabung pun semakin sempit.
Kebiasaan gali lubang tutup lubang sering muncul karena seseorang hanya berfokus menyelesaikan tagihan yang paling dekat tanpa melihat kondisi keuangan secara menyeluruh. Padahal, pengelolaan utang membutuhkan perencanaan yang realistis agar pembayaran tetap berjalan tanpa menambah beban baru. Supaya kondisi tersebut gak terus berulang, yuk terapkan beberapa langkah berikut.
