Ramadan sering identik dengan suasana hangat, kebersamaan, dan momen refleksi diri. Namun di sisi lain, bulan ini juga kerap dipenuhi godaan konsumtif yang datang dari berbagai arah, mulai dari promo flash sale, tren outfit lebaran, sampai ajakan buka puasa di kafe yang lagi viral. Tanpa sadar, pengeluaran bisa melonjak jauh dari rencana awal hanya karena dorongan ingin ikut tren.
Fenomena fear of missing out atau FOMO makin terasa kuat ketika media sosial dipenuhi konten bukber, hampers, dan dekorasi rumah bernuansa Ramadan. Rasa takut ketinggalan momen sering menggeser prioritas keuangan yang seharusnya lebih terkontrol. Padahal, esensi Ramadan justru tentang pengendalian diri, termasuk dalam hal finansial. Yuk, kelola pengeluaran dengan lebih bijak supaya Ramadan tetap khusyuk tanpa drama keuangan!
