Pasar saham selalu bergerak dinamis sehingga investor perlu menyesuaikan strategi investasinya dengan kondisi ekonomi dan tujuan keuangan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah melakukan rebalancing portofolio, terutama ketika porsi saham agresif sudah terlalu besar dan risiko investasi semakin meningkat.
Memindahkan sebagian investasi dari saham agresif ke saham defensif bisa menjadi strategi untuk menjaga kestabilan portofolio dalam jangka panjang. Namun, proses ini gak boleh dilakukan secara sembarangan karena kamu perlu mempertimbangkan profil risiko, kondisi pasar, serta fundamental perusahaan. Lantas, bagaimana cara melakukan rebalancing portofolio yang tepat? Berikut lima tips yang bisa kamu terapkan.
