Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Wilayah Penghasil Uang Terbesar di Eropa, Siapa Jawaranya?
ilustrasi kafe di Paris, Prancis, Eropa (pexels.com/Andreas Fickl)
  • Île-de-France di Prancis menempati posisi teratas sebagai wilayah penghasil uang terbesar di Eropa dengan PDB mencapai 866 miliar euro, berkat dominasi sektor keuangan, industri, dan pariwisata Paris.
  • Greater London menyusul di posisi kedua dengan PDB 713 miliar euro, menjadi pusat keuangan global yang menaungi bank internasional, perusahaan asuransi, serta destinasi utama wisata dan konferensi bisnis dunia.
  • Lombardy, Upper Bavaria, dan Eastern and Midland melengkapi lima besar wilayah ekonomi Eropa dengan kekuatan industri kreatif, teknologi tinggi, serta basis perusahaan multinasional di sepanjang koridor Blue Banana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Eropa dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di dunia. Namun, kekuatan ekonomi benua ini ternyata gak tersebar merata ke seluruh wilayahnya, lho. Sebagian besar aktivitas bisnis, industri, dan keuangan justru terkonsentrasi di sejumlah kawasan tertentu yang menjadi rumah bagi kota-kota terkenal seperti Paris, London, hingga Milan.

Data terbaru dari Eurostat dan Kantor Statistik Nasional Inggris menunjukkan, beberapa wilayah mampu menghasilkan produk domestik bruto (PDB) hingga ribuan triliun rupiah setiap tahunnya. Kawasan-kawasan tersebut menjadi pusat keuangan, perdagangan, teknologi, dan industri yang menopang perekonomian Eropa. Lantas, wilayah mana saja yang menjadi mesin uang terbesar di benua biru?

1. Île-de-France, Prancis

ilustrasi île de france, Paris, Prancis (pexels.com/Leonardo Delsabio)

Kalau berbicara tentang wilayah ekonomi paling kuat di Eropa, Île-de-France menjadi jawaranya. Kawasan yang berpusat di Paris ini mencatat PDB regional sebesar 866 miliar euro atau sekitar Rp16.367 triliun pada 2024. Angka tersebut menjadikannya wilayah dengan kontribusi ekonomi terbesar di seluruh Eropa.

Menariknya, Île-de-France hanya dihuni sekitar seperlima populasi Prancis, tapi mampu menyumbang hampir sepertiga total ekonomi nasional. Paris menjadi magnet bagi perusahaan jasa keuangan, industri barang mewah, bisnis internasional, sektor pemerintahan, hingga pariwisata. Gak heran jika wilayah ini terus menarik investor dan tenaga kerja dari berbagai negara.

2. Greater London, Inggris

ilustrasi London, Inggris (pexels.com/Михаил Лазаренко)

Posisi kedua ditempati Greater London dengan nilai PDB mencapai 713 miliar euro atau sekitar Rp13.476 triliun. Kawasan ini mencakup wilayah metropolitan London yang telah lama dikenal sebagai salah satu pusat keuangan dunia. Banyak bank internasional, perusahaan asuransi, serta kantor media global beroperasi di sini.

London juga memiliki pengaruh ekonomi yang melampaui batas Inggris. Kota ini menjadi tujuan utama wisatawan internasional dan pusat berbagai konferensi bisnis berskala global. Selama berabad-abad, London dan Paris memang berkembang sebagai dua kota paling berpengaruh di Eropa, baik dari sisi ekonomi maupun politik.

3. Lombardy, Italia

ilustrasi Milan, Italia (pexels.com/Omar Ramadan)

Wilayah Lombardy berada di posisi ketiga dengan PDB mencapai 505 miliar euro atau sekitar Rp9.545 triliun. Kawasan ini berpusat di Milan, kota yang terkenal sebagai pusat mode, desain, serta bisnis Italia. Kehadiran berbagai perusahaan manufaktur dan jasa menjadikan Lombardy sebagai salah satu daerah paling produktif di negara tersebut.

Selain industri kreatif, Lombardy juga memiliki sektor teknologi dan perbankan yang berkembang pesat. Lokasinya berada di jalur ekonomi yang dikenal sebagai Blue Banana, koridor industri yang membentang dari Inggris bagian selatan hingga Italia utara. Jalur ini selama puluhan tahun menjadi tulang punggung perekonomian Eropa.

4. Upper Bavaria, Jerman

ilustrasi Munich, Jerman (pexels.com/Arlind D)

Upper Bavaria menduduki peringkat keempat dengan nilai ekonomi sebesar 359 miliar euro atau sekitar Rp6.785 triliun. Kawasan ini mencakup Munich, salah satu kota terkaya di Jerman. Banyak perusahaan teknologi, otomotif, dan rekayasa kelas dunia memiliki kantor pusat maupun fasilitas produksi di wilayah tersebut.

Upper Bavaria juga menjadi bagian penting dari Blue Banana. Konsentrasi industri berteknologi tinggi membuat kawasan ini mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Selain itu, Munich terkenal memiliki kualitas hidup yang tinggi sehingga menarik banyak tenaga profesional dari berbagai negara.

5. Eastern and Midland, Irlandia

ilustrasi Dublin, Irlandia (pexels.com/Jonathan Borba)

Eastern and Midland di Irlandia menempati posisi kelima dengan PDB mencapai 336 miliar euro atau sekitar Rp6.350 triliun. Wilayah yang menaungi Dublin ini bahkan memiliki ekonomi yang lebih besar dibandingkan Catalonia di Spanyol maupun Lazio di Italia. Pencapaian tersebut cukup mengejutkan mengingat ukuran Irlandia jauh lebih kecil dibandingkan banyak negara Eropa lainnya.

Besarnya ekonomi Eastern and Midland sebagian dipengaruhi keberadaan perusahaan multinasional yang menjadikan Dublin sebagai basis operasional mereka di Eropa. Banyak perusahaan teknologi dan farmasi memilih membuka kantor regional di kota tersebut karena kebijakan perpajakan yang kompetitif. Kondisi ini membuat angka PDB kawasan tersebut meningkat sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kekuatan ekonomi Eropa ternyata sangat terkonsentrasi pada sejumlah wilayah tertentu. Île-de-France berhasil mempertahankan posisinya sebagai penghasil uang terbesar di Eropa, disusul Greater London, Lombardy, Upper Bavaria, dan Eastern and Midland. Sebagian besar kawasan ini berada di sepanjang koridor Blue Banana yang sejak lama menjadi pusat industri dan perdagangan benua tersebut.

Melihat besarnya kontribusi ekonomi lima wilayah ini, gak berlebihan jika mereka disebut sebagai mesin pertumbuhan utama yang menjaga roda perekonomian Eropa tetap berputar. Bukan gak mungkin, dominasi kawasan-kawasan tersebut masih akan berlanjut dalam beberapa dekade mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article