ilustrasi Dublin, Irlandia (pexels.com/Jonathan Borba)
Eastern and Midland di Irlandia menempati posisi kelima dengan PDB mencapai 336 miliar euro atau sekitar Rp6.350 triliun. Wilayah yang menaungi Dublin ini bahkan memiliki ekonomi yang lebih besar dibandingkan Catalonia di Spanyol maupun Lazio di Italia. Pencapaian tersebut cukup mengejutkan mengingat ukuran Irlandia jauh lebih kecil dibandingkan banyak negara Eropa lainnya.
Besarnya ekonomi Eastern and Midland sebagian dipengaruhi keberadaan perusahaan multinasional yang menjadikan Dublin sebagai basis operasional mereka di Eropa. Banyak perusahaan teknologi dan farmasi memilih membuka kantor regional di kota tersebut karena kebijakan perpajakan yang kompetitif. Kondisi ini membuat angka PDB kawasan tersebut meningkat sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kekuatan ekonomi Eropa ternyata sangat terkonsentrasi pada sejumlah wilayah tertentu. Île-de-France berhasil mempertahankan posisinya sebagai penghasil uang terbesar di Eropa, disusul Greater London, Lombardy, Upper Bavaria, dan Eastern and Midland. Sebagian besar kawasan ini berada di sepanjang koridor Blue Banana yang sejak lama menjadi pusat industri dan perdagangan benua tersebut.
Melihat besarnya kontribusi ekonomi lima wilayah ini, gak berlebihan jika mereka disebut sebagai mesin pertumbuhan utama yang menjaga roda perekonomian Eropa tetap berputar. Bukan gak mungkin, dominasi kawasan-kawasan tersebut masih akan berlanjut dalam beberapa dekade mendatang.