Jakarta, IDN Times - Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan menghadapi ujian di tengah kenaikan yield obligasi global dan meningkatnya biaya modal internasional.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai, kondisi tersebut akan terlihat dari bagaimana pasar Surat Berharga Negara (SBN) menemukan tingkat imbal hasil atau yield yang dapat menarik minat investor.
"Pertanyaannya bukan lagi bagaimana menjaga yield SBN serendah mungkin. Pertanyaannya adalah di mana market-clearing yield Indonesia. Pada level berapa investor bersedia menyerap obligasi pemerintah secara natural, tanpa harus terlalu bergantung pada dukungan kebijakan atau likuiditas tambahan," ujar Fakhrul, Jumat (25/9/2026).
