Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[Puisi] Sang Pemberi Nada

[Puisi] Sang Pemberi Nada
wallpaperscraft.com

Jemari mulai membasah

Di kala ingatan kembali mengasah

Not-not balok mengalir berarah

Teratur diselingi desah

 

Tanpa tersadar, dingin menyelimuti diriku

Bagaikan patung membeku

Memainkan tuts-tuts putih pilu

Berharap piano mendenting sendu

 

Dimensi waktu pun berganti

Disaat diri sedang menanti

Kau, sang pemberi nada dalam hati

Yang tak kunjung kembali

 

Aku pasrah, mulai goyah

Beribu tanya menyerang tanpa iba

Adakah nada tanpa pencipta?

Dapatkah melodi bergerak sendiri?

Apakah musik hanya terlahir sebagai pengusik?

Atau, haruskah lagu menjadi pengingat rindu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kenangan yang Tak Ikut Pergi

26 Mar 2026, 06:02 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction