Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rumah tak Bersisa

ilustrasi hutan bambu
ilustrasi hutan bambu (pexels.com/Vanessa Garcia)

Di rahim rimba yang dulu hijau berdoa
Pohon-pohon berdiri gagah
Merayu angin dengan daun-daun doa
Kini, doa itu patah digergaji tawa besi

Tanah menangis dalam bahasa retak
Urat-uratnya terkelupas, telanjang
Akar kehilangan alamat pulang
Burung-burung mengemas langgamnya,

Meninggalkan langit yang disulap luka
Tangan serakah menjahit sunyi dengan api
Menyulut malam agar terang oleh abu
Hijau ditukar hitungan laba

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kutub Kutub Magnet

07 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi hutan bambu

[PUISI] Rumah tak Bersisa

07 Feb 2026, 07:07 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih karena ditinggal kekasih

[PUISI] Belenggu Rindu

06 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi menggosip

[CERPEN] Penggosip

05 Feb 2026, 15:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang kehujanan

[PUISI] Hujan dan Luka

04 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
Ilustrasi gambar orang berjalan

[CERPEN] Langkah Kerinduan

04 Feb 2026, 05:10 WIBFiction
Seseorang menatap langit senja

[PUISI] Jingga di Langit

04 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi potret buram (pexels.com/Cottonbro studio)

[PUISI] Simpang Buram

03 Feb 2026, 06:12 WIBFiction