Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Rumah tak Bersisa

[PUISI] Rumah tak Bersisa
ilustrasi hutan bambu (pexels.com/Vanessa Garcia)
Share Article

Di rahim rimba yang dulu hijau berdoa
Pohon-pohon berdiri gagah
Merayu angin dengan daun-daun doa
Kini, doa itu patah digergaji tawa besi

Tanah menangis dalam bahasa retak
Urat-uratnya terkelupas, telanjang
Akar kehilangan alamat pulang
Burung-burung mengemas langgamnya,

Meninggalkan langit yang disulap luka
Tangan serakah menjahit sunyi dengan api
Menyulut malam agar terang oleh abu
Hijau ditukar hitungan laba

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More

[PUISI] Aku Tumbuh dari Luka yang Diberi Ayah

20 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction