Hujan, gemuruh, badai menggebu
Datang bersamaan menjemputku
Langit kelam, hati makin pilu
Kilat menari seolah mengejekku

Aku meringis...
Mengharap cinta, tapi tak pernah hadir
Rindu bertumpuk ingin menggapai malam
Diamuk deru langit yang menerjang dahsyat

Aku tersayat...
Oleh realita yang begitu tajam
Harap runtuh sebelum sempat bernama
Terseret sunyi yang tak bertepi

Kini, hanya aku bersama sepi
Di bawah langit yang terus menangisi
Aku belajar perlahan memahami diri
Untuk menyusun sisa harap hampir mati