[PUISI] Hujan dan Luka

Hujan, gemuruh, badai menggebu
Datang bersamaan menjemputku
Langit kelam, hati makin pilu
Kilat menari seolah mengejekku
Aku meringis...
Mengharap cinta, tapi tak pernah hadir
Rindu bertumpuk ingin menggapai malam
Diamuk deru langit yang menerjang dahsyat
Aku tersayat...
Oleh realita yang begitu tajam
Harap runtuh sebelum sempat bernama
Terseret sunyi yang tak bertepi
Kini, hanya aku bersama sepi
Di bawah langit yang terus menangisi
Aku belajar perlahan memahami diri
Untuk menyusun sisa harap hampir mati
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

















