Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Diam Tak Terhentikan

[PUISI] Diam Tak Terhentikan
ilustrasi orang diam (pexels.com)

Manusia memiliki banyak rasa,

Ada senang, sedih

Ada marah, juga kecewa.

Aku adalah aku

Yang terus terhanyut dalam diam

Saat semua perasaan itu datang.

Diam bagiku,

Bukan hal yang asing,

Ia sudah lama menemani.

Namun ada saatnya,

Hatiku ingin berteriak,

Pada hal-hal yang tak mampu terucap.

Aku berteriak,

Namun suaraku sembunyi

Tersimpan rapi dalam diam.

Mereka yang mampu mengekspresikan

Sering kali membuat hatiku bergetar,

Untuk bisa mengekspresikan perasaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction