[PUISI] Menyusuri Lorong Kenangan

Langkahku ringan menyusuri lorong sunyi,
di dinding waktu tersimpan jejak hati.
Bayangmu menari di sela pagi,
menggoda rasa yang hampir mati.
Setiap sudut memanggil namamu,
bisikan lama menembus kalbu.
Tawa dan tangis menumpuk rindu,
mengukir jejak yang tak pernah layu.
Lampu redup menerangi kenangan,
cahaya temaram membawa harapan.
Di antara sepi dan keramaian,
kurasakan hangat dalam kesunyian.
Lorong ini menutup perlahan langkah,
tapi memori tetap setia melekat.
Menyisakan cerita yang tak terganti,
kenangan manis yang selalu melekat.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















