Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Ada yang Berbeda dari Mentari Pagi Ini

[PUISI] Ada yang Berbeda dari Mentari Pagi Ini
ilustrasi orang memotret matahari terbit (pexels.com/Luc Marshall)

Ada yang berbeda dari mentari pagi ini
Cahayanya tak lagi jernih, meski menyilaukan
Binarnya menyampuk jemawa, mendabik dada
Pada debu-debu yang beterbangan
Dan angin yang kehilangan arah pulang

Embun yang biasanya menyapa dedaunan
Mendadak seteru, enggan bersentuhan
Seolah jeri dan gelisah, takut diadukan
Sebagai sisa ingatan yang asing dan tertinggal
Memendap dalam senyap yang merayap

Pagi ini tak lagi mengenal aromanya
Hanya teka teki tentang apa dan kenapa
Ia merekah, tapi terasa ganjil dan hampa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Antara Redup dan Hidup

02 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction