Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Ingin dan Semilir Angin

ilustrasi kafe
ilustrasi kafe (pixabay.com/Martin Lazarov)

Gadis itu tertunduk di pojok kafe

Meninggalkan secangkir matcha yang kian dingin

Pundaknya lunglai

Waktunya kian terabai

 

Keinginan-keinginan kian menggunung

Sebuah draf lengkap di laptopnya menggantung

Padahal, itu kunci harapan yang cepat rampung

Tapi sepertinya ia kurang beruntung

 

Doa-doa sudah dirapalkan berulang kali

Harapan orang tua bertanya seiring berjalannya hari

Namun, nyatanya ia tak punya kendali

Hidupnya seperti semilir angin yang mampir tak berarti

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ingin dan Semilir Angin

09 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
Ilustrasi pasangan dinner (pexels.com/Photo by Nguyễn Mẫn)

[CERPEN] 737 Hari

08 Feb 2026, 08:10 WIBFiction
ilustrasi hujan

[PUISI] Memohon Hujan

08 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi berjalan di hutan

[PUISI] Jeritan Rimba

08 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi surat cinta

[PUISI] Kutub Kutub Magnet

07 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi hutan bambu

[PUISI] Rumah tak Bersisa

07 Feb 2026, 07:07 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih karena ditinggal kekasih

[PUISI] Belenggu Rindu

06 Feb 2026, 05:04 WIBFiction