Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[Puisi] Aku dan Warna Abu

[Puisi] Aku dan Warna Abu
pexels/Min An

Seharian aku merenung di kamar
Memikirkan takdir yang takut mengecewakan
Berjuang bukan lagi menjadi pilihan
Namun prioritas yang harus diutamakan

Aku haus tanpa mau minum
Menjadikan tubuhku layaknya robot tanpa hati
Keras karena luka yang pernah terjadi
Tak peduli karena hati yang selalu sering disakiti

Sendiri menjadi pilihan
Di kala ramai tapi diacuhkan
Menjadi aku dan menemukan jati diriku
Walaupun hidupku abu dan tak berwarna
Namun mimpi haruslah terlaksana
Maka kerja keras dan evaluasi adalah kuncinya
Untuk menjadi baik di masa yang berwarna

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Milatul Khazanah
EditorMilatul Khazanah
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Upah yang Tak Pernah Utuh

28 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction