Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Aku, Setelah Runtuh

[PUISI] Aku, Setelah Runtuh
ilustrasi perempuan menjadi lebih tangguh (pexels.com/Ivan Oboleninov)

Pernah langkahku tersesat jauh
Menyusuri jalan yang keliru
Namun waktu mengurai risau
Mengajarkanku arti yang baru

Tak lagi kusesali jejak yang pudar
Sebab ia menempaku menjadi kini
Dari luka yang pernah mengakar
Tumbuh kuat tekad di hati

Memaafkan diri adalah seni
Bukan melupakan, tapi menerima
Sebab tiap luka yang menemani
Menjadi cahaya di jalan yang berbeda

Kini aku melangkah penuh percaya
Bukan bayang kelam yang kugenggam
Melainkan syukur yang menyala
Atas diri yang telah lebih matang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Di Mana Aku Kembali

03 Mar 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Menitip Doa

[PUISI] Menitip Doa

03 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Bius Standar Ganda

[PUISI] Bius Standar Ganda

02 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Jiwa yang Lapuk

[PUISI] Jiwa yang Lapuk

02 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Hilang

[PUISI] Hilang

01 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kopi Tanpa Asap

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction