Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Aku yang Berjalan Setelah Kepergian

[PUISI] Aku yang Berjalan Setelah Kepergian
Pixabay/MabelAmber

Lihat, inilah aku yang berjalan setelah kepergian
Bersama lipatan kenang yang masih erat digenggam
Lalu, kadang kala kukunjungi masa lampau
Berbaring di sana mengingat bahwa kita pernah sedekat daging dan tulang

Ternyata mengikhlaskan tak semudah melangkahkan kaki ke depan
Barangkali rindu adalah cobaan
Ternyata pula menangis lebih mudah dilakukan
Bila saja tertawa tak begitu rumit ditemukan

Lihat, itulah kau yang tetap kupeluk erat
Meski satu per satu ingatan tetap berguguran
Lalu, dengan segenap upaya yang ku buat
Merapal doa atas namamu yang tetap hidup di dalam pikiran

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
potadoo
Editorpotadoo
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cinta Puan Bukan Takhta

25 Feb 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction