Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Aku yang Berjalan Setelah Kepergian

[PUISI] Aku yang Berjalan Setelah Kepergian
Pixabay/MabelAmber
Share Article

Lihat, inilah aku yang berjalan setelah kepergian
Bersama lipatan kenang yang masih erat digenggam
Lalu, kadang kala kukunjungi masa lampau
Berbaring di sana mengingat bahwa kita pernah sedekat daging dan tulang

Ternyata mengikhlaskan tak semudah melangkahkan kaki ke depan
Barangkali rindu adalah cobaan
Ternyata pula menangis lebih mudah dilakukan
Bila saja tertawa tak begitu rumit ditemukan

Lihat, itulah kau yang tetap kupeluk erat
Meski satu per satu ingatan tetap berguguran
Lalu, dengan segenap upaya yang ku buat
Merapal doa atas namamu yang tetap hidup di dalam pikiran

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
[PUISI] Ruang Rahasia

[PUISI] Ruang Rahasia

22 Mar 2021, 12:46 WIBFiction
Editorial Team
potadoo
Editorpotadoo