Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Anonim

[PUISI] Anonim
ilustrasi orang berkelana (unsplash.com/Dmitry Ganin)

Manusia ini hanya insan biasa
Dengan raga yang berisikan nyawa
Juga darah yang mengalir di dalamnya
Talenta tak banyak mengendap di tubuhnya
Sebab ia bukan sorang superior yang selalu dipuja

Dianggap bak komika yang selalu menenteng jenaka? Bukan!
Bukan pula sorang psikolog yang mampu menerawang maksud via tatapan
Pun bukan Tuhan yang mampu mendengar gaibnya nyanyian lara
Hhmm ... Mungkin memang anonimlah yang tepat jadi julukannya

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kenangan yang Tak Ikut Pergi

26 Mar 2026, 06:02 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction