Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Antara Sesal dan Doa
ilustrasi merenung (pexels.com/Timo A.)

Kadang harapanku jatuh begitu saja
Aku kembali menghitung salah yang sama
“Andai dulu…” terus menghantam kepala
Seolah waktu bisa kuputar semaunya

Aku tahu itu tak ada gunanya
Masa lalu tak tunduk pada sesal dan doa
Takkan bergeser walau kusesali berkali-kali juga
Tapi tetap saja aku menghukumnya

Melihat diriku kini terasa perih
Seperti berdiri tapi kehilangan kaki
Masa depan tampak rapat dan sepi
Tak ada celah untuk lari

Orang bilang jangan terlalu larut begini
Aku tahu, aku pun muak pada diri sendiri
Tapi aku benar-benar tak mengerti
Langkah mana yang harus kujalani

Haruskah aku mulai lagi dari awal
Mengakui bahwa pilihanku pernah gagal
Seseorang, katakan itu bukan hal memalukan dan fatal
Bahwa jatuh bukan akhir dari segalanya yang kekal

Karena keyakinanku makin menipis dan hilang
Aku lelah terlihat kuat dan tenang
Dalam sunyi aku memohon perlahan
Yakinkan aku, ya Allah… bahwa aku masih punya jalan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team