Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Badai sebelum Bersama

[PUISI] Badai sebelum Bersama
Ilustrasi dua tangan berpegangan (pexels.com/ Trung Nguyen)

Seterjal bebatuan di jalanan
berliku bahkan menjatuhkan
kaki mungil yang setia berjalan.

Di balik titik takdir yang menyatukan
puing-puing asa dalam dua raga berbeda,
ada air mata yang mengucur deras
membasuh setiap luka dan duka.

Setiap detak waktu yang bergeser,
hanya ada doa yang terus dilangitkan.
Bukan tentang menyuburkan ego
namun saling bertahan dalammenanam asa agar bersama.
Karena keindahan harus ditebus
oleh kesulitan selama nafas berhembus. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Badai sebelum Bersama

08 Mar 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Makhluk Lelucon

[PUISI] Makhluk Lelucon

06 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Perjanjian Sunyi

[PUISI] Perjanjian Sunyi

06 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Pisau Emas

[PUISI] Pisau Emas

05 Mar 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Mengais Ironi

[PUISI] Mengais Ironi

04 Mar 2026, 21:07 WIBFiction