Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bangunan Kosong

[PUISI] Bangunan Kosong
Ilustrasi bangunan kosong (pexels.com/Dirk Schuneman)

Bangunan kosong bernada monokrom berdiri menyendiri

di tengah warna-warni gedung yang rutin direnovasi dengan rapal-rapal ambisi yang berapi.

 

Masuklah dan kau akan dapati dinding kelabu dengan ratusan pajangan

yang berisi gurat-gurat asal-asalan

yang tampak seluruhnya dilukis secara ugal-ugalan.

 

Bualan kosong yang dituang dalam bingkai yang ompong

Meski  begitu, nadi berdenyut pada kuas yang menggores

Sebongkah jiwa menghanyut,

bermuara pada tempo yang kelak menjemput.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction