Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bara di Balik Senyum

[PUISI] Bara di Balik Senyum
ilustrasi tersenyum (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Aku tersenyum saat kata-kata melukai
Terasa panas membara namun terpendam
Ada yang kusembunyikan di balik wajah tenang
Agar keadaan tidak semakin runtuh

Bara itu kecil namun apinya besar
Ia menyala di ruang yang seharusnya dingin
Aku memilih untuk menikmati hangatnya
Tanpa sadar semua habis dibakar

Menahan panas bukan berarti takut
Menunda padam bukan berarti kalah
Aku sedang menjaga arah
Agar keputusan tidak lahir dari amarah

Senyum ini bukan sekadar kepura-puraan
Ia adalah pagar yang kubangun sendiri
Bara akan tetap ada di dalam dada
Namun aku tetap berdiri dengan senyuman

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Bara di Balik Senyum

23 Mar 2026, 07:38 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction