Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Beranjaklah

[PUISI] Beranjaklah
Pexels/Samuel Silitonga

Teruntuk hati yang patah berulang kali
Melangkahlah pergi, ada senja yang menanti untuk dinikmati
Esok belum tentu akan patah lagi
Setiap harap tak selamanya terjamah
Beranjaklah!

Teruntuk luka yang tak sembuh-sembuh
Maknai setiap napas hingga hari ini
Bahwa tidak semua hal harus disesali
Bahwa tidak semua luka harus diobati
Terkadang waktu adalah obat paling ampuh
Cukup beranjak dari tempatmu

Diam di tempat bukan pilihan
Hanya akan memperkeruh kisahmu
Lepaskan selimut kesedihan, kenakanlah harapan baru
Semesta selalu bijak memberimu luka
Maka bijaklah pula untuk pergi dari luka
Sebab kita hanya perancang, penentu adalah milik-Nya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hardiana .
EditorHardiana .

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Euforia Lawas

19 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Timeless

[PUISI] Timeless

19 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Mendekap Ego

[PUISI] Mendekap Ego

18 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Permata Pudar

[PUISI] Permata Pudar

18 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Mimpi

[PUISI] Merayakan Mimpi

17 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Esok Tanpamu

[PUISI] Esok Tanpamu

17 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction