[PUISI] Bertengger di Ranting

Selama itu aku menunggu
Kedatanganmu duhai pujaan hati
Ku rela bertengger di ranting kering
Tempat dulu kita bersua
Lantas kapan kamu kembali
Berbincang dan suara angin mengiringi
Ingat aku yang mencintaimu sepenuh hati
Bukan siapa pun yang datang terakhir
Ku coba bertanya pada siapapun
Tak kutemukan titik kebahagiaan
Jangan sampai berakhir kecewa
Kutunggu sampai kepulangannya
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















