[PUISI] Simpang Buram

Intinya sih...
- Lampu-lampu berpendar seperti janji setengah jadi, menyilaukan mata namun tak benar-benar menerangi
- Jalan ke kiri berbau masa lalu, jejaknya retak, penuh gema penyesalan, aspalnya mengelupas seperti ingatan dipaksa kuat
- Jalan ke kanan beraroma esok hari, licin oleh harap belum teruji, rambunya berbicara dengan bahasa angin yang berisik namun tak memberi kepastian
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)
Lampu-lampu berpendar
Seperti janji setengah jadi,
Menyilaukan mata
Namun tak benar-benar menerangi
Jalan ke kiri berbau masa lalu,
Jejaknya retak, penuh gema penyesalan
Aspalnya mengelupas seperti ingatan dipaksa kuat
Jalan ke kanan beraroma esok hari
Licin oleh harap belum teruji,
Rambunya berbicara dengan bahasa angin
Berisik
Namun, tak memberi kepastian
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

















