[PUISI] Ratapan Sayap Malam

Di dahan sunyi, merapal gelap
Mengharap lentera tanpa memancing gaduh
Malam mengendap di bulu
Bak doa tak sempat pulang
Angin berbisik pada lidah dedaunan
Waktu berhenti di sela napas rimba
Dentum itu mengoyak
Kilat besi menguliti senyap
Peluru menyulam takdir dengan tinta merah
Sayap malam terkulai,
Rembulan tergelincir dari langitnya
Bintang-bintang menahan napas,
Ia dikutuk oleh pelatuk
Di tanah dingin, bulu-bulu jadi abu kenangan
Sementara gelap meratap
Sang pemilik rimba terusir makhluk biadab
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

















