[PUISI] Taman yang Salah

Aku sibuk menyiram
tanah yang gersang
Berharap bunga akan tumbuh
dari sisa-sisa luka
yang kau tanam
Selama ini aku memupuk sabar
di atas retakan-retakan janji
Mengira bahwa warna yang pudar
bisa kembali jika aku tetap di sini
Namun, tanganku mulai lepuh
memegang cangkul yang kau patahkan
Aku mencintai hingga rapuh
saat kau sibuk menghancurkan
Kini aku sadar
Matahari takkan cukup
jika kau adalah hujan
yang justru menenggelamkan
Aku harus mencabut diriku sendiri
sebelum akarku mati
di tempat yang tak pernah
membiarkanku mekar
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

















