Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Besok yang Bukan Milik Kita
ilustrasi seorang wanita berdiri di halte (pexels.com/Ammy Singh)

Bertumbuh dewasa mengenalkanku pada banyak ketakutan
Takut pada sesuatu yang bahkan belum menyentuh langkahku
Namun semua itu bukan tanpa alasan
Sebab luka yang pernah singgah membuatku takut mengulang

Lantas hari esok pun terasa begitu menakutkan
Meski belum pernah benar-benar sampai di hadapanku
Satu dua hal terjadi, lalu cemas menumbuhkan kemungkinan
Aku mulai mencemaskan tiga, empat, dan segala yang belum tentu

Lucu, bukan? Aku takut pada hari yang belum tiba
Pada kemungkinan yang bahkan belum memilih untuk terjadi
Kucemaskan besok seolah ia telah membawa luka
Padahal ia masih menjadi halaman yang belum tertulis

Namun kini aku sedang belajar melepaskan segala prasangka
Berhenti melihat dunia serumit yang ada dalam kepalaku
Menikmati hidup dan napas yang masih berjalan hari ini
Sebab mungkin, untuk saat ini, hari ini saja sudah cukup

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team