Bertumbuh dewasa mengenalkanku pada banyak ketakutan
Takut pada sesuatu yang bahkan belum menyentuh langkahku
Namun semua itu bukan tanpa alasan
Sebab luka yang pernah singgah membuatku takut mengulang
Lantas hari esok pun terasa begitu menakutkan
Meski belum pernah benar-benar sampai di hadapanku
Satu dua hal terjadi, lalu cemas menumbuhkan kemungkinan
Aku mulai mencemaskan tiga, empat, dan segala yang belum tentu
Lucu, bukan? Aku takut pada hari yang belum tiba
Pada kemungkinan yang bahkan belum memilih untuk terjadi
Kucemaskan besok seolah ia telah membawa luka
Padahal ia masih menjadi halaman yang belum tertulis
Namun kini aku sedang belajar melepaskan segala prasangka
Berhenti melihat dunia serumit yang ada dalam kepalaku
Menikmati hidup dan napas yang masih berjalan hari ini
Sebab mungkin, untuk saat ini, hari ini saja sudah cukup
![[PUISI] Besok yang Bukan Milik Kita](https://image.idntimes.com/post/20260908/pexels-ammy-singh-294201421-13310507_d274f0cc-14a8-4c9e-817d-16d3d0b873ee.jpg)