Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Betapa Indahnya Hidup

[PUISI] Betapa Indahnya Hidup
ilustrasi tenggelam (pexels.com/@life-of-pix)

Merajam batu pada kesalahan orang
Memindahkan cermin ke arah lain
Menutup mata akan masa lalu
Menulikan telinga untuk sebuah kidung indah

Menafikan nalar terhadap sajak-sajak baik
Mencabut lidah kebenaran setiap terancam
Melarikan diri dari logika dasar
Hanya menunggu, kapan langit segera runtuh?

Berlumuran tinta hitam
Tangan yang berdosa
Kubasuhkan ke wajah
Seraya tersenyum bahagia

Oh ... Betapa indahnya hidup
Aku tiada mengacuhkan diriku
Hirau telah lama mati
Kukubur dia bersama dengan akal sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Theofillo Sanjaya
EditorTheofillo Sanjaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Di Sudut Trotoar Kota

24 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction