Retakan yang diam dan serpihan datang
Dinding rumah menyimpan napas masa lalu
Getar tawa yang dulu memenuhi ruang
Kini hanya menjadi angin yang berlalu
Kadang, di malam paling sunyi
Ia selalu membisikkan sendiri
Tentang lampu redup dan meja kayu
Tentang kehangatan yang kini hanya tinggal debu
Dinding rumah itu tidak pernah menangis
Dinding rumah itu tidak juga meringis
Dia berbicara lembut dan berdiri
Dengan berkata bahwa rindu punya cara sendiri
Kini, dinding rumah tak pernah lagi sepenuhnya diam
Dia hanya ingin menyembunyikan kisah
Kelak di masa depan, kamu hanya bergumam
Sambil mendengarkan bisikan dinding rumah
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Bisikan dari Dinding Rumah
![[PUISI] Bisikan dari Dinding Rumah](https://image.idntimes.com/post/20251210/pexels-yaroslav-shuraev-8889730_0bae2d2e-d79d-4c04-8938-0ca894a2d6d3.jpg)
ilustrasi seorang perempuan di dalam rumah (pexels.com/Yaroslav Shuraev)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us