Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Bukan Rumah yang Kehilangan Penghuni
ilustrasi interior rumah abu-abu (pexels.com/Max Vakhtbovych)

Dinding masih tegak memeluk sepi,
Jendela terbuka menanti pagi.
Bukan rumah yang kehilangan penghuni,
Melainkan hati yang tak lagi kembali.

Meja berdebu, kursi membisu,
Foto lama menyimpan rindu.
Tak ada tawa yang menyambut waktu,
Hanya kenangan yang enggan berlalu.

Atap masih teduh saat hujan tiba,
Pintu masih hafal siapa yang pernah ada.
Namun, rumah tak mampu menahan mereka,
Yang memilih pergi tanpa kata.

Barangkali rumah tak pernah kehilangan,
Hanya manusia yang berubah haluan.
Sebab, yang paling menyakitkan dari perpisahan,
Adalah pulang ke tempat tanpa kehangatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎