Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Cahaya di Tengah Gelap

[PUISI] Cahaya di Tengah Gelap
ilustrasi kegelapan (unsplash.com/Rosie Sun)

Meski badai datang bertubi-tubi,

dan langit tampak enggan berseri,

kau adalah cahaya yang tak pernah mati,

meski tubuh letih, jiwa tetap berapi.

 

Rambut boleh gugur satu demi satu,

tapi tak akan hilang indah senyummu.

Setiap bekas luka adalah bukti,

kau pejuang sejati—tak pernah lari.

 

Jangan takut pada malam yang panjang,

sebab fajar selalu datang menjelang.

Dan di tiap detik kau bertahan,

ada cinta yang terus menguatkan.

 

Kami di sini, tak akan diam,

menyulam doa dalam diam.

Untukmu yang sedang berjuang,

hidupmu terlalu berharga untuk hilang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Di Mana Aku Kembali

03 Mar 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Menitip Doa

[PUISI] Menitip Doa

03 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Bius Standar Ganda

[PUISI] Bius Standar Ganda

02 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Jiwa yang Lapuk

[PUISI] Jiwa yang Lapuk

02 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Hilang

[PUISI] Hilang

01 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kopi Tanpa Asap

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction