Cinta datang seperti hujan di bulan kemarau
Membuat jalan berdebu mendadak hijau
Jantung menabuh genderang tanpa aba-aba
Dan senyum bocor, bahkan saat tak ada siapa-siapa
Nama seseorang berubah menjadi lagu
Berputar di kepala sepanjang waktu
Kopi terlupa, malam kehilangan ujung
Bahkan, lampu merah terasa terlalu lama menunggu
Betapa lucunya hati yang sedang jatuh
Menganggap kekurangan sebagai sesuatu yang utuh
Menyimpan pesan singkat seperti surat kerajaan
Lalu salah tingkah hanya karena sapaan
Namun, cinta bukan sekadar berlari mengejar
Bukan membakar diri demi terus bersinar
Cinta yang baik tahu kapan mendekat
Dan kapan memberi ruang agar dua hati tetap sehat
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Cinta yang Berlari Tanpa Sepatu
ilustrasi jejak kaki di pasir pantai (pexels.com/Min An)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Abu Ketamakan04 Nov 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Tiada Guna02 Nov 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Bukan Rumah yang Kehilangan Penghuni01 Nov 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Cinta yang Berlari Tanpa Sepatu05 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sepasang Mata yang Kian Mencari04 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Bintang Keberuntungan04 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Akhir Pekan Bersamamu04 Nov 2026, 14:47 WIB
[PUISI] Abu Ketamakan04 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Kisah Hati yang Terluka03 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Selamat Tidur, Kenangan03 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Sahabat yang Selalu Ada03 Nov 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Selayaknya Tangan Angkasa03 Nov 2026, 08:25 WIB
[PUISI] Malam Biru03 Nov 2026, 08:08 WIB
[PUISI] Nyanyian Bimbang Penyair Miskin03 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Ruang yang Tak Perlu Didatangi02 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tangan Penyambut Waktu02 Nov 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Negeri yang Sibuk Mengukur Bahagia02 Nov 2026, 15:07 WIB
[PUISI] Demokrasi Telah Mati, Kita yang Membunuhnya02 Nov 2026, 14:48 WIB
[PUISI] Ruang untuk Merindu02 Nov 2026, 10:48 WIB
[PUISI] Cinta yang Revolusioner02 Nov 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Tiada Guna02 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Ku Eja Namamu01 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Semua yang Runtuh Karena Ego01 Nov 2026, 20:17 WIB