Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Desir Angin Menyihir

[PUISI] Desir Angin Menyihir
Ilustrasi dua kerabat dekat bersandar di jendela kereta (pexels.com/Shahadat Hossain)

Mengapa kereta api tak berasap?

Apa kerabat siap masuk kuburan?

Kami bergumam seraya terpejam

Hiruk pikuk orang bawa gembolan

Di pundak ramai bak pasar malam

Peningnya bersulang lelap hinggap

 

Jam-jam pikiran nongkrong sedap

Aduh, rasanya kami ingin menginap

Tanya di luar radar alam bawah sadar

Bersandar di jendela hirup angin segar

Pening hening lambung semriwing

 

Desak-desakan kami menggeliat

Sepatu kets terseret ransel kuat

Entah isinya apa, pokoknya dahsyat

Mulut kami kompak sekali menguap

Desir angin segar lama-lama menyihir

Rasa kantuk sungguh tak bisa diusir 

Apakah kami dan tidur adalah takdir?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Ulumiah
EditorSiti Ulumiah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction