Malam telah hening
Tak ada riuh, tak ada tawa
Hanya serangga yang bernyanyi dari kejauhan
Dan sesekali lolongan anjing memecah sunyi
Malam telah tenang
Seharusnya menjadi waktu bagi mimpi untuk datang
Selimut kutarik hingga menutupi tubuh
Mata kupejam, berharap lelap segera menyusul
Namun berkali-kali mata ini menolak terpejam
Padahal tubuh telah lama meminta istirahat
Langit-langit kamar menjadi satu-satunya yang kupandang
Sementara malam terus berjalan tanpa menungguku
Hari yang panjang telah kulewati
Namun ketika malam seharusnya membawa tidur
Pikiran justru kembali membuka halaman yang telah lewat
Menghidupkan kembali hal-hal yang ingin kulupakan
Maka kupejamkan mata sekali lagi
Mencoba membiarkan malam meredakan riuh di kepala
Sebab mungkin tidur bukan tentang menemukan tenang
Melainkan membiarkan diri berhenti sejenak dari segala yang dipikirkan
![[PUISI] Di Balik Malam yang Hening](https://image.idntimes.com/post/20260829/pexels-zeyneb-alishova-190703179-11383228_5b1289c9-11b7-4832-a0cd-ac008bc4ecfa.jpg)