Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Di Balik Malam yang Hening
ilustrasi seorang wanita dalam suasana merenung (pexels.com/Zeyneb Alishova)

Malam telah hening
Tak ada riuh, tak ada tawa
Hanya serangga yang bernyanyi dari kejauhan
Dan sesekali lolongan anjing memecah sunyi

Malam telah tenang
Seharusnya menjadi waktu bagi mimpi untuk datang
Selimut kutarik hingga menutupi tubuh
Mata kupejam, berharap lelap segera menyusul

Namun berkali-kali mata ini menolak terpejam
Padahal tubuh telah lama meminta istirahat
Langit-langit kamar menjadi satu-satunya yang kupandang
Sementara malam terus berjalan tanpa menungguku

Hari yang panjang telah kulewati
Namun ketika malam seharusnya membawa tidur
Pikiran justru kembali membuka halaman yang telah lewat
Menghidupkan kembali hal-hal yang ingin kulupakan

Maka kupejamkan mata sekali lagi
Mencoba membiarkan malam meredakan riuh di kepala
Sebab mungkin tidur bukan tentang menemukan tenang
Melainkan membiarkan diri berhenti sejenak dari segala yang dipikirkan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team