Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Duka Ringkih Putri Malu

[PUISI] Duka Ringkih Putri Malu
ilustrasi putri malu (pexels.com/Regina Trissteria)
Share Article

Busur tajam mata elang
Gagah memandang putri malu
Yang tertancap di antara lumut
Beserta kubangan air hujan
Membersamai tumbuhnya

Sejak itu detak putri terhenti
Bukan ini yang ia harap
Dirinya ringkih, mudah tersipu
Disentuh saja raganya menciut
Apalagi kau tatap dengan rinci

Sayang, ia itu makhluk lembut 
Beribu kali memohon pada Tuhan
Masihkah harus menanggung lara?
Sementara jiwanya diciptakan
Hanya untuk menahan tawa dan geli

Kesekian kali, putri malu mengintip langit
Memastikan tak ada lagi sosok tajam
Yang menyiksa dan melara jantungnya
Sebab ia teramat rapuh nan lemah
Akan sosok yang mengintai hatinya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dahayu ‎
EditorDahayu ‎

Related Articles

See More

[PUISI] Laut yang Menyembunyikan Pelabuhan

11 Jun 2026, 12:07 WIBFiction
[PUISI] Satu Persen

[PUISI] Satu Persen

11 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menolak Padam

[PUISI] Menolak Padam

10 Jun 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Ulasan

[PUISI] Ulasan

10 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Jejak di Rute Lama

[PUISI] Jejak di Rute Lama

10 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kupu-kupu Tua

[PUISI] Kupu-kupu Tua

09 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sayap Itu Rapuh

[PUISI] Sayap Itu Rapuh

09 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Belajar Terbang

[PUISI] Belajar Terbang

08 Jun 2026, 22:07 WIBFiction
[PUISI] Coba Lagi

[PUISI] Coba Lagi

08 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Tentang Tenang

[PUISI] Tentang Tenang

08 Jun 2026, 05:25 WIBFiction