Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Duka yang Hanyut Bersama Hujan

ilustrasi penyesalan seseorang (pexels.com/Alex Green)
ilustrasi penyesalan seseorang (pexels.com/Alex Green)

Di bawah langit kelabu,
hujan turun membawa kisah,
kisah duka yang terpendam,
di lubuk hati yang terdalam.

Setiap tetes air yang jatuh,
mengalirkan kepedihan yang tersembunyi,
membasuh luka-luka lama,
yang tak kunjung sembuh.

Duka ini,
hanyut bersama rintik hujan,
terbawa arus kenangan,
menuju lautan sepi.

Aku berdiri di jendela,
menatap hujan yang turun,
mencari kelegaan,
dalam butiran yang jatuh perlahan.

Di tiap tetes yang menyentuh tanah,
terdengar isak tangis sunyi,
suara hati yang merintih,
dalam kesendirian yang mencekam.

Hujan menjadi saksi,
tentang duka yang tersembunyi,
tentang rindu yang tak terucap,
dan cinta yang hilang di tengah jalan.

Dalam gemuruh awan,
terdengar bisikan-bisikan pilu,
menceritakan luka yang dalam,
dan harapan yang kandas.

Hujan membawa pergi,
segala kepedihan dan air mata,
mengalirkannya ke bumi,
membersihkan jejak-jejak nestapa.

Aku membiarkan hujan,
menghapus duka yang tersisa,
menghapus jejak-jejak kenangan,
yang menghantui setiap malam.

Duka yang hanyut bersama hujan,
meninggalkan ruang kosong,
di relung hati yang pernah penuh,
dengan cinta yang kini tiada.

Hujan terus turun,
membawa kesedihan yang mendalam,
mengantarkannya jauh,
ke tempat di mana ia tak lagi terasa.

Di bawah langit yang menangis,
aku merasakan kelegaan,
seiring duka yang hanyut,
bersama derasnya hujan.

Hujan ini,
adalah alunan melankolis,
yang mengiringi hati,
dalam perjalanan menuju keikhlasan.

Duka yang hanyut bersama hujan,
meninggalkan jejak di masa lalu,
membiarkan hati yang luka,
perlahan sembuh dan pulih kembali.

Di akhir hujan,
terbitlah harapan baru,
membawa sinar yang hangat,
menghapus segala duka yang pernah ada.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Disda Hendri Yosuki
EditorDisda Hendri Yosuki
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hujan dan Luka

04 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
Ilustrasi gambar orang berjalan

[CERPEN] Langkah Kerinduan

04 Feb 2026, 05:10 WIBFiction
Seseorang menatap langit senja

[PUISI] Jingga di Langit

04 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi potret buram (pexels.com/Cottonbro studio)

[PUISI] Simpang Buram

03 Feb 2026, 06:12 WIBFiction
ilustrasi taman

[PUISI] Taman yang Salah

03 Feb 2026, 05:24 WIBFiction
dua cangkir kopi hitam

[PUISI] Sepasang Americano

02 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
ilustrasi pintu

[PUISI] Pertentangan Liat

02 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi berdiri di atas panggung

[PUISI] Ingin Dipuja

02 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi menutup muka dengan buku

[PUISI] Sampul Buku

01 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi nerdiri di atas panggung

[PUISI] Ingin Dipuja

31 Jan 2026, 21:48 WIBFiction
ilustrasi melangkah bebas

[PUISI] Mimpi Tanpa Batas

31 Jan 2026, 05:04 WIBFiction