Dia kira kitalah sang penjaga, yang melindungi bumi beserta segala isinya
Senantiasa membela bak kesatria, semua hak yang dimilikinya
Manusia yang tak serakah, tanpa sedikit pun upaya merampas
Yang paham arti cukup dan secukupnya
Siapa sangka antagonisnya adalah kita
Terus menuai dari yang tak ditanam, merusak apa pun yang tak pernah dirawat
Hanya menjanjikan perdamaian atas kekacauan yang diciptakan dengan tangannya
Padahal dunia tak pernah sekadar manusia
Seluas lautan yang terbentang, setinggi langit yang tak terjamah makhluknya
Satwa dan hutannya, air tanah maupun bara api di perut bumi
Tuhan tlah meminjamkan ciptaan-Nya, menitipkan pula tanggung jawab atasnya
Meskipun tak satu pun sengaja meminta, bukankah selayaknya kita menjaga?
Sampai kapan kita merusak pagar, saling menghancurkan tanpa tahu batasan
Selama nafas tidak bisa dirupiahkan, siapa kita berani memutuskan hidup matinya dunia
Barangkali dengan sedikit rasa sayang, kita akan lebih mudah untuk saling menggenggam
Mungkin inilah suaranya, Dunia dan semua angan-angannya
![[PUISI] Dunia Bukan Milik Kita](https://image.idntimes.com/post/20260917/pexels-hurrahsuhail-11068635_69ae37e9-da6f-47e3-866d-c9cab14bd383.jpg)