Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Harapan Palsu

[PUISI] Harapan Palsu
Ilustrasi siluet senja (unsplash.com/Sasha Freemind)

Ingin menyapa sejenak

Pada peluk yang salah

Lalu menyoal kepastian

Tentang segala gulana

Datangmu berkala pada hatiku yang padat dengan resah

Lama disinggahi tanpa disungguhi

Lantas mengapa diketuk berkali-kali?

Jika tak percaya diri untuk disambut semeriah janji

Janji yang kau gaungkan dulu

Kau pasti ingat dengan semua lawakan itu

Jika kau hadir tanpa memberi rasa

Maka kopi yang pahit lebih baik darimu

Jika kau hadir tapi tak menghadirkan cinta

Maka pujangga amatiran lebih baik darimu

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Y E N A L A I L A
EditorY E N A L A I L A
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Langit yang Terluka oleh Manusia

10 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction