Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[Puisi] Harapan yang Runtuh

ilustrasi rindu (pixels.com/Andrew Neel)
ilustrasi rindu (pixels.com/Andrew Neel)

Desir darah dan benak menyisir masa itu,
deret hari yang dihiasi harapan emas
diiringi untaian doa dan peluh kegigihan.

Semesta menyeleksi deret itu,
beberapa serpihan harapan tertuang nyata,
sebagian lainnya rontok dan menguar
lenyap entah kemana?

Detak jarum jam yang tiada lelah
berderap menjalankan titah suci-Nya
mengajarkan bahwa apapun harapan
haruslah membentangkan hati seluas samudra

Rontok runtuhnya harapan tiada sia-sia
selagi langkah tiada lelah meski hati terbelah
tangan harus setia menengadah
kelak akan diganti yang lebih indah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hitung Mundur Tahun Baru

01 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi wanita bahagia

[PUISI] Utuh Setelah Retak

31 Des 2025, 07:15 WIBFiction
ilustrasi memegang uang

[PUISI] Semburat Nafsu

31 Des 2025, 05:04 WIBFiction
ilustrasi robekan kertas tercecer

[PUISI] Robekan Memori

28 Des 2025, 21:07 WIBFiction
ilustrasi bayangan seorang perempuan

[PUISI] Ruang Kenangan

28 Des 2025, 16:48 WIBFiction
siluet seekor burung dengan latar langit senja sore hari

[PUISI] Langit Bercerita

28 Des 2025, 07:48 WIBFiction