Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[Puisi] Harapan yang Runtuh

[Puisi] Harapan yang Runtuh
ilustrasi rindu (pixels.com/Andrew Neel)
Share Article

Desir darah dan benak menyisir masa itu,
deret hari yang dihiasi harapan emas
diiringi untaian doa dan peluh kegigihan.

Semesta menyeleksi deret itu,
beberapa serpihan harapan tertuang nyata,
sebagian lainnya rontok dan menguar
lenyap entah kemana?

Detak jarum jam yang tiada lelah
berderap menjalankan titah suci-Nya
mengajarkan bahwa apapun harapan
haruslah membentangkan hati seluas samudra

Rontok runtuhnya harapan tiada sia-sia
selagi langkah tiada lelah meski hati terbelah
tangan harus setia menengadah
kelak akan diganti yang lebih indah

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team