[PUISI] Hutan dalam Arsip Kehilangan

Daun-daun berbisik di lembaran lama,
membawa aroma rindu yang tak terucap sama.
Setiap cabang menulis cerita drama,
di hutan sunyi yang hilang dari mata.
Bayang-bayang pohon menari di ingatan,
menyusun kenangan dalam bentuk fantasi.
Di antara arsip, terselip harapan,
yang tak pernah sempat berlabuh di realitas pagi.
Angin menelusup ke sela-sela sunyi,
menggugah nama yang hilang di hati.
Setiap desirnya jadi saksi sepi,
hutan itu ada, meski tak lagi terlihat di bumi.
Kertas-kertas tua menyimpan rimba itu,
di sana tersimpan pelukan dan pilu.
Hutan dalam arsip tetap hidup membisu,
menunggu langkah yang ingin kembali padanya selalu.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















