Hujan jatuh seperti bait yang tak selesai,
membasahi jalan yang sudah lama menunggu langkahmu.
Aku biarkan tubuhku basah,
agar rinduku punya alasan untuk menggigil.
Ada harum tanah yang tiba-tiba mengingatkan,
pada percakapan yang tak pernah kita tamatkan.
Setiap tetes di jendela adalah tanda baca,
yang menegaskan betapa sunyi bisa begitu ramai.
Aku mendengar hujan seperti mendengar musik,
lirih, repetitif, tapi jujur.
Seolah langit sedang menyalin isi dadaku,
dan menumpahkannya tanpa sensor.
Di bawah cahaya lampu jalan,
butir-butir itu menari seperti rahasia kecil.
Aku hampir ingin mengulurkan tangan,
menyentuh sesuatu yang tak pernah jadi milikku.
Dan pada akhirnya, hujan pun berhenti,
meninggalkan aroma yang samar di udara.
Kesepian ini kembali telanjang,
tapi masih ada sisa basah—
yang mengingatkanku, kau pernah jatuh di sini.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Hujan yang Menyimpan Namamu
![[PUISI] Hujan yang Menyimpan Namamu](https://image.idntimes.com/post/20250910/pexels-minan1398-1337975_c8e140a0-71dd-43da-b5b4-ea8041fd0f79.jpg)
ilustrasi di bawah rintik hujan kenangan (pexels.com/ Min An)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Dialek Laju Jendela Kereta18 Sep 2025, 05:04 WIB
- [PUISI] Doa Saja Tak Cukup17 Sep 2025, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Melahap Asap 09 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Tanah yang Menyimpan Harapan09 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Orang yang Tak Pernah Dipahami08 Sep 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Ketika Mimpi Terpecah08 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Antara Harap dan Ragu08 Sep 2026, 13:07 WIB
[PUISI] Logika yang Tak Mau Kalah08 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Dari Abu yang Masih Hangat08 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Terlalap Api07 Sep 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Luka dan Sepi07 Sep 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Koloni07 Sep 2026, 13:07 WIB
[PUISI] Tersingkir07 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Dunia Ribut Sendiri07 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Berlimpah untuk Siapa?06 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Rasa yang Kujaga Tanpa Diminta06 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tubuh yang Tidak Boleh Rubuh06 Sep 2026, 16:07 WIB
[PUISI] Bukan Rumah, Tapi Landasan Pacu06 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Tubuh yang Jiwanya Sudah Pergi06 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Resah Jiwa yang Masih Sendiri05 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Harmoni Kedamaian05 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Mungkin Hanya Serdadu05 Sep 2026, 20:22 WIB