Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Ikrar Secangkir Kopi

[PUISI] Ikrar Secangkir Kopi
ilustrasi secangkir kopi (unsplash.com/Clay Banks)
Share Article

Kepul kopi pagi ini jadi saksi
Atas hening asa yang kian sunyi
Hingga pahit terasa sampai ke hati
Bersama ampas rasa yang t'lah ditinggal mati

Cecap demi cecap kusinggahi
Satu tegukan lara berhasil ku usir pergi
Satu lagi tegukan tawa kutahan agar tak lari
Namun apa daya getir mengkhianati

Tak apa, Tuan
Masih ada secangkir kopi yang temaniku bertahan
Seraya berikrar 'kan setia berkawan
Hingga raga rapuh ini memasrah di haribaan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More

[PUISI] Aku Menyimpan Badai Terlalu Lama

19 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Segenggam Getar

[PUISI] Segenggam Getar

16 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pergi ke Matahari

[PUISI] Pergi ke Matahari

16 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Tak Bertuan

[PUISI] Rindu Tak Bertuan

15 Jun 2026, 21:07 WIBFiction