Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Ironi Hujan

[PUISI] Ironi Hujan
ilustrasi seseorang di balik kabut (unsplash.com/Gabriel)

Di balik kabut kau berada
Tersembunyi dari siang yang membutakan
Eksistensimu samar pada bayang mereka
Penuh hasrat terpendam yang perlahan redam
Tenang dalam dingin yang kau idamkan
Matamu berbicara layaknya pendar dari cahaya yang menyilaukan
Hingga tak perlu lagi harus kau utarakan
Segala hal yang kita butuhkan

Lebih baik jika hujan bertandang
Maka kau punya seribu alasan
Dan cemooh dunia tersamarkan
Kaki terseret jauh dari huru-haranya
Meninggalkan jejak yang semakin renggang tercipta
Tergantikan bau tanah yang menyegarkan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Desi
EditorIrma Desi
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction