Jendela tua memeluk cahaya pagi
Lalu melepasnya kepada senja
Menyaksikan musim berganti wajah
Tanpa pernah berpindah tempat
Di balik kacanya tumbuh kehidupan
Tawa yang datang silih berganti
Juga tangis yang disembunyikan
Di balik tirai yang tertutup rapat
Tak semua luka memilih pergi
Sebagian menetap seperti embun
Diam namun selalu kembali
Saat udara menjadi dingin
Jendela itu tetap terbuka
Menghadap langit yang sama setiap hari
Seolah percaya bahwa harapan
Selalu menemukan jalannya pulang
![[PUISI] Jendela yang Tak Pernah Menutup Langit](https://image.idntimes.com/post/20260804/pexels-anhdanghihi-16398471_188ec9e4-1ea1-41bd-849a-c912df2798db.jpg)