Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Kala Langit Menangis

[PUISI] Kala Langit Menangis
ilustrasi hujan (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Pandangan mata kita terbatas
Insan kufur nikmat ini acap kali terhempas
Mencela tiap takdir dengan bebas
Kala langit mengumpulkan mendung tuk menuntut balas

Meneteskan gerombolan gerimis
Masihkah kau bilang hidup paling tragis
Jika kala langit menangis
Justru ia keluarkan tunas-tunas
Tumbuh, berkembang, dan berbuah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menghangatkan Hari yang Sendu

09 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction