Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kalender yang Tak Memuat Pulang

Kalender
Kalender (pexels.com/Matheus Bertelli)

Ada waktu yang tak ditandai di kalender
Hari di mana kita lupa tertawa jujur
Hari di mana air mata dianggap lemah
Hari di mana “tidak apa-apa” menjadi bahasa tubuh

Aku mencatat tanggal-tanggal kesepian
Dengan tinta yang tak bisa dihapus hujan
Dewasa memaksa kita menjadi peti
Yang hanya membuka jika dunia memberi

Tapi bukankah kita dulu percaya
Bahwa rumah adalah tempat untuk pulang apa adanya?
Kini aku hanya tamu di kamar sendiri
Berkenalan lagi dengan bayangan yang pernah pergi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Bukan Tentang Katak

12 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi hakim

[PUISI] Korupsi Antik

12 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi banjir dari atas

[PUISI] Nyanyian Duka

11 Jan 2026, 21:17 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Kalimat Semesta

11 Jan 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi bayangan seorang perempuan

[PUISI] Monolog

11 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi buku di reruntuhan gedung

[PUISI] Kata Paling Tabu

09 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi cahaya lilin dan bunga

[PUISI] Pulih dalam Sepi

08 Jan 2026, 15:07 WIBFiction
Ilustrasi sampai jumpa

[PUISI] Sampai Jumpa Besok

08 Jan 2026, 05:15 WIBFiction