Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kau Pamit

Unsplash.com/chipandcharge
Unsplash.com/chipandcharge

Rinduku tak tersampaikan
Ternyata sudah ada yang menahan
Di antara senja kucoba mengikhlaskan
Namun hati berontak tak karuan

Di balik senyummu kau menyapa
Bertanda untuk pamit, tak lagi ada
Sahutanku hanya tertawa
Karena kuanggap kau hanya bercanda

Sekejap kau mengulang pernyataan
Bahwa kita tak bisa lagi dipersatukan
Melalui hati dan pikiran
Sebab kita sudah tak lagi sejalan
Dan kau memutuskan untuk meninggalkan

Bait-bait puisi ku menghitam pekat
Alunan puisi ku yang terlalu terikat
Menandakan ada kau di dalamnya pekat
Begitu sangat menjerat
Namun dengan gampangnya sekarang kau menyekat
Dengan gunting potong yang laknat
Lantas sopankah kau mengenalkan dia padaku secepat itu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Dinner febriantoko
EditorDinner febriantoko
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Fajar Ramadan

16 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
ilustrasi bunga jalanan

[PUISI] Bunga Jalanan

16 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi seorang anak memegang lilin

[PUISI] Tak Ingin Redup

15 Feb 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi siluet senja

[PUISI] Serupa Senja

15 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi kebaikan

[PUISI] Putaran Awal

15 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction