Angin menampar kulitku
Menyadarkanku di sebuah persimpangan
Banyak jalan terbentang di hadapanku
Ke mana harus kulangkahkan kaki?
Ketika arah yang kupilih dibelokkan
Aku membisu, tak mampu melawan
Mereka memintaku terus melangkah
Sementara langkahku mereka patahkan
Aku berdiri di persimpangan bersama sunyi
Tak satu pun jalan terasa milikku
Setiap arah tampak asing di mataku
Ke mana lagi harus kupulang?
Suara-suara bergema di kepala
Aku sendiri, tetapi rasanya begitu ramai
Saat akhirnya kutemukan satu arah
Tangan-tangan lain menutup jalannya
Lantas, ke mana kaki ini harus melangkah?
Angin kembali mengaburkan arah
Dan tak satu pun jalan mengenal namaku
Aku lelah menjadi tamu
Di persimpangan yang tak pernah menganggapku pulang
![[PUISI] Ke Mana Kaki Ini Pulang?](https://image.idntimes.com/post/20260717/pexels-damla-karaagacli-42037640-14936616_3da1ed2d-b348-45de-a080-442cf3426a6b.jpg)