Baru kutahu, bunga matahari tak selalu mengikuti
Saat muda, ia bergerak mencari cahaya
Dari timur ke barat setiap hari
Lalu saat mekar, ia menetap menghadap timur
Aku jadi berpikir tentang manusia
Tentang bagaimana sekitar membentuk kita
Mengikuti rumah, aturan, dan kebiasaan
Sebelum tahu apa yang benar-benar kita mau
Mungkin sejak kecil kita memang begitu
Menghadap ke arah yang ditunjukkan dunia
Belajar dari apa yang ada di depan mata
Lalu mengira itulah satu-satunya arah
Tapi bunga itu mengajarkanku sesuatu
Bahwa mengikuti bukan berarti selamanya
Ada saatnya kita berhenti mencari cahaya
Dan mulai memilih ke mana ingin menghadap
Mungkin menjadi dewasa adalah saat itu
Ketika kita tahu dari mana kita berasal
Namun tak harus hidup seperti tempat tumbuh
Karena akhirnya, kita boleh memilih arah sendiri
![[PUISI] Ke Mana Kita Menghadap](https://image.idntimes.com/post/20260812/pexels-anh-khac-14621154-6314355_bc00c577-36a9-4ccd-8589-4a69213c8f4f.jpg)