Mama masih bekerja sebagai guru
Raut muka yang siangnya diharuskan ceria
Saban malamnya justru menyembunyikan pilu

Pujaan hati mama, ayah
Tak lagi mengenal nama perempuan setia itu
Ia benar-benar kehilangan ingatan masa mudanya

Meski bahu bidangnya beringsut kuyu
Aku tetap berharap, kebahagiaan mau memihak
Pria yang setulus hati dirawat dengan cinta mama

Sebab rumah yang sediakala indah
Perlahan tampak asing diliputi sunyi senyap
Tersisa hanya mama dan si bungsu yaitu aku
Juga raga ayah yang tak bisa diajak banyak bicara

Mas Bayu, si tengah, sudah mangkat lebih dulu
Sementara mbak Miranti, kakak sulungku
Saat ini sibuk menjalani peran sebagai calon ibu