Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Kenapa Meninggalkan Rasa

[PUISI] Kenapa Meninggalkan Rasa
Ilustrasi lebah di bunga(pexels.com/Daniel Spase)

Pagi yang menyapa penuh ilusi

Ketika harapan berjumpa dalam sepi

Dan rindu yang bergelut dengan remuknya hati

Aku tahu ini perih

 

Terima kasih telah sempat singgah

Pada diri yang tak pernah berwarna

Dan jiwa yang kalut dengan masa kelamnya

Kadang tergores tak berdarah

 

Rasanya salah jika aku kembali

pada eratnya waktu

yang mengikatku dalam kepalsuan

Tapi satu pinta yang menunggu jawabnya

Kenapa meninggalkan rasa

Ketika melupa sudah waktunya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hasnia
EditorHasnia
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Hutan yang Tumbuh Setelah Kebakaran

13 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Aku Cemburu

[PUISI] Aku Cemburu

13 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISi] Aksara Abadi

[PUISi] Aksara Abadi

12 Mei 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Alur Hidup

[PUISI] Alur Hidup

12 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pagi yang Menunggu

[PUISI] Pagi yang Menunggu

11 Mei 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Sesal

[PUISI] Sesal

11 Mei 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Menyembuhkan Diri

[PUISI] Menyembuhkan Diri

10 Mei 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Pelan

[PUISI] Pelan

09 Mei 2026, 17:57 WIBFiction
[PUISI] Tabungan Rasa

[PUISI] Tabungan Rasa

09 Mei 2026, 17:48 WIBFiction